Mengampuniadalah tindakan memaafkan orang yang bersalah. Dalam Alkitab, kata Yunani yang diterjemahkan ”mengampuni” berarti ”merelakan”. Ini sama seperti orang yang tidak menuntut orang lain membayar utangnya.
Jumat 11 Desember 2009. Pdt. Eluzai Frengky. Ringkasan kotbah Pdt. Eluzai Frengky Utana di GBI ROCK Lembah Pujian Denpasar tanggal 13 September 2009. Kejadian 1:26-28 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak
A Supaya kita memahami bahwa, sama seperti Allah telah membeli dan menyelamatkan kita di dalam Yesus Kristus, begitu pula oleh Roh Kudus-Nya Dia membuat kita mengambil bagian dalam penebusan dan keselamatan itu. Artinya, orang yang melakukannya harus yakin dalam nuraninya bahwa Allah tidak akan memeriksanya dengan ketat, tetapi akan
3 Bukti kasih Allah yang besar ialah bahwa Dia telah melukiskan kita di telapak tangan-Nya, sehingga tidak akan melupakan kita; bekas luka di telapak tangan itu senantiasa di depan mata-Nya sebagai tanda kasih-Nya yang besar yang dicurahkan atas kita dan kerinduan-Nya untuk memperhatikan kita.
Banyakorang mengatakan bahwa hanya Allah yang dapat melakukannya. Dan untuk itulah Dia telah mengutus anak-Nya. Alkitab menggambarkan pusaran kemerosotan manusia itu dengan mengatakan bahwa seluruh dunia telah terkurung dan "takluk" oleh dosa (Galatia 3:22; 4:3) apakah Yesus memanggil kita untuk hidup seperti itu? Beach berkata, “Tak ada
Berusahauntuk selalu mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun dan setiap langkah. 11. Memanjatkan Doa dengan Penuh Rasa Harap. Ketika memohon sesuatu kepada Allah SWT sebaiknya doa tersebut dipanjatkan dengan rasa penuh harap. Anjuran mengenai hal ini merujuk pada Al Quran tepatnya surat Al A’raf ayat 56, seperti berikut ini: Artinya:
Kata“mengampuni” didalam bahasa Yunani adalah “APHIEMI”, yang artinya “menyuruh pergi”, “membiarkan pergi”, “melepaskan”, “meninggalkan”, “menghapuskan”. Kata ini di dalam Alkitab ditulis sebanyak 143 kali, artinya mengampuni adalah sesuatu yang amat sangat penting dan hal itulah yang Tuhan Yesus selalu inginkan
Begitubanyak nikmat Allah yang sudah kita terima, jadi tidak ada salahnya sebagai bentuk rasa syukur, kita dianjurkan untuk berqurban. Dalil Al-Qur`an yang menyarankan kita untuk berqrban adalah, firman Allah yang artinya " Sesungguhnya telah kuberikn nikmat yang banyak. maka dirikan lah sholat, dan berqurbanlah, sesunguhnya orang-orang yang
u2Kx. Puji Astuti Official Writer 3156 Kolose 313 "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 31; 1 Tesalonika 3; Yesaya 15-16 Kita bisa mengampuni karena kita telah diampuni oleh Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk menunjukkan rahmat atau belas kasihan kepada orang lain karena Dia telah menunjukkan rahmat-Nya kepada kita. Dia menunjukkan kasihnya dengan mengirimkan Kristus untuk mati bagi kita, meskipun kita masih memberontak kepadanya Roma 5 8. Namun kita lebih sering menunjukkan sikap egois dan menuntut daripada bersikap ramah dan murah hati kepada sesama. Sebagai contoh saat Anda menunggu di kasir yang Anda anggap bekerja lambat di toko grosir sebagai gangguan daripada sebagai seseorang yang mungkin berjuang untuk mempertahankan pekerjaannya, seseorang yang baru saja mendapat kabar terburuk dalam hidupnya beberapa menit sebelumnya. Anda melihat seseorang dalam keluarga Anda sebagai orang bermasalah daripada melihatnya sebagai seseorang yang sedang berjuang menghadapi keputusasaan dan kebingungan dalam hidupnya. Atau saat Anda melihat orang yang memotong kendaraan Anda di jalan bebas hambatan sebagai penjahat alih-alih seseorang yang membutuhkan kasih Tuhan. Tetapi fakta yang harus sama-sama kita ketahui adalah semua orang membutuhkan kasih Tuhan. Itulah sebabnya Yesus Kristus datang ke dunia ini. Itu sebabnya kita harus menunjukkan kepada orang lain, kasih karunia untuk manjadi mengingat bagi kita apa yang telah Allah lakukan bagi kita. Cara pamungkas Allah menunjukkan kepada kita anugerah-Nya adalah dengan pengampunan. Dan cara utama Dia meminta kita untuk menunjukkan kasih karunia kepada orang lain juga dengan mengampuni mereka. Orang sering bertanya kepada saya, “Bagaimana saya bisa menemukan kekuatan untuk memaafkan? Saya tidak memilikinya di dalam diri saya. " Yang benar adalah, aku juga tidak memilikinya! Satu-satunya tempat bagi saya untuk menemukan kekuatan untuk mengampuni adalah mengingat betapa Yesus telah mengampuni saya. Melalui pengingat itulah, Dia memberi saya kekuatan dan rahmat untuk memaafkan orang lain. Ada sebuah kisah tentang seorang wanita bernama Clara Barton, yang mendirikan Palang Merah Amerika. Seorang teman mengingatkannya akan hal kejam yang dilakukan seseorang terhadapnya bertahun-tahun sebelumnya. Teman itu bertanya, "Kamu tidak ingat?" Jawabannya yang terkenal adalah, "Tidak, saya ingat dengan jelas telah melupakannya." Apa yang perlu kamu lupakan? Siapa yang perlu Anda maafkan? Jika Anda tidak memaafkan, Anda tidak akan dapat menikmati berkat Tuhan selama sisa hidup Anda karena Anda akan terjebak di masa lalu. Tetapi ketika Anda memaafkan, Anda akan bisa melanjutkan hidup Anda. Pengampunan bukan berarti orang yang melakukan kesalahan pada Anda menjadi benar. Dan itu tidak membuat apa yang dilakukan orang itu baik-baik saja. Anda bisa memaafkan, dan mereka masih bisa menghadapi konsekuensi atas apa yang terjadi. Ketika memaafkan seseorang tampaknya mustahil, ingat satu hal Yesus sudah mengampuni Anda. Kamu sedang dalam pergumulan dan butuh dukungan doa? Klik link dibawah ini untuk terhubung dengan tim doa kami Kamu butuh teman curhat dan membutuhkan pertolongan Tuhan? Klik link dibawah ini untuk konseling dengan konselor kami
Persiapkan diri Anda secara rohani Apa yang telah Anda pelajari dengan mengampuni orang lain? Dapatkah Anda memikirkan suatu waktu ketika Anda mengampuni seseorang sehingga telah menolong Anda merasakan kedamaian dan kasih? Pengalaman apakah yang para remaja putra miliki di mana mereka perlu mengampuni orang lain? Apa yang perlu mereka pelajari tentang mengampuni diri sendiri? Bagaimana Anda dapat menolong para remaja putra belajar untuk mengampuni supaya mereka dapat menemukan kedamaian? Catatan Jika para remaja putra memiliki pertanyaan tentang pengampunan dalam kasus perundungan, sarankan agar mereka mencari nasihat dari uskup atau presiden cabang mereka. Tulisan suci manakah yang akan menolong para remaja putra mengenali berkat-berkat yang akan datang ke dalam kehidupan mereka sewaktu mereka mengampuni orang lain? Matius 544; A&P 649–11 Kita diperintahkan untuk mengampuni setiap orang Matius 614–15; 1821–35 atau video “Ampuni 70 Kali 7” Untuk menerima pengampunan, kita harus mengampuni orang lain Lukas 2334 Yesus Kristus mengampuni mereka yang menyalibkan-Nya Kevin R. Duncan, “Balsam Pengampunan yang Menyembuhkan,” Ensign atau Liahona, Mei 2016, 33–35 Gordon B. Hinckley, “Pengampunan,” Ensign atau Liahona, November 2005, 81–84 Dieter F. Uchtdorf, “Yang Penuh Belas Kasihan Mendapatkan Belas Kasihan,” Ensign atau Liahona, Mei 2012, 70–76 Video “Pengampunan Bebanku Dijadikan Ringan” Mengajar dengan cara Juruselamat Dalam setiap situasi, Juruselamat adalah teladan dan mentor bagi para murid-Nya. Dia mengajar mereka untuk berdoa dengan berdoa bersama mereka. Dia mengajar mereka untuk mengasihi dan melayani dengan mengasihi serta melayani mereka. Dia mengajar mereka untuk mengampuni orang lain dengan mengampuni mereka. Bagaimana Anda dapat menjadi teladan dari asas-asas yang Anda ajarkan? Gambar Video “Kita Berbagi” Saksikan lebih banyak lagi Biarkan remaja putra memimpin Seorang anggota presidensi kuorum memimpin pertemuan kuorum. Dia memimpin remaja putra dalam berembuk bersama mengenai urusan kuorum, mengajarkan mereka tugas-tugas keimamatan mereka dari tulisan suci dan buku Tugas kepada Allah, serta meminta seorang pembimbing atau anggota kuorum lainnya untuk mengajarkan sebuah pelajaran Injil. Dia dapat bersiap dengan mengisi agenda pertemuan kuorum selama pertemuan presidensi. Memulai pengalaman belajar Pilihlah dari gagasan berikut atau pikirkanlah gagasan Anda sendiri untuk mengkaji ulang pelajaran minggu lalu dan memperkenalkan pelajaran minggu ini Apa yang para remaja putra ingat dari pelajaran sebelumnya? Apa yang diminta dari mereka untuk mereka lakukan? Pengalaman apa yang mereka miliki dari menerapkan apa yang mereka pelajari? Mintalah para remaja putra untuk memikirkan mengenai saat dimana mereka harus mengampuni seseorang. Undanglah mereka untuk membagikan pengalaman mereka, jika mereka merasa nyaman untuk melakukannya. Apa yang terjadi sebagai hasilnya? Bagaimana hal-hal akan berbeda jika mereka tidak mengampuni? Pelajari bersama Setiap kegiatan di bawah ini dapat menolong para anggota kuorum memahami pentingnya mengampuni orang lain. Dengan mengikuti ilham Roh, pilihlah satu atau lebih yang akan paling baik dilakukan untuk kuorum Anda Bagilah kuorum menjadi kelompok-kelompok, dan ajaklah setiap kelompok untuk membaca pilihan dari ceramah-ceramah yang disediakan dalam garis besar ini atau ceramah lain dari pilihan Anda. Mintalah para remaja putra untuk menandai bagian-bagian dari ceramah itu yang berkesan bagi mereka. Ajaklah mereka untuk membagikan apa yang mereka tandai dan menjelaskan mengapa itu bermakna bagi mereka. Bacalah bersama perumpamaan tentang hamba yang tidak berbelaskasihan dalam Matius 1823–35 atau tayangkan video “Ampuni 70 Kali 7”, dan bantulah para remaja putra untuk menghitung dan membandingkan utang si hamba dan hamba sesamanya lihat “Weights and Measures” dalam Bible Dictionary. Apa yang para remaja putra pelajari dari perumpamaan ini tentang pengampunan? Ajaklah para remaja putra untuk menemukan dan membagikan tulisan suci lain yang mengajarkan pentingnya mengampuni orang lain seperti tulisan suci yang disarankan dalam garis besar ini. Mintalah remaja putra untuk membandingkan contoh-contoh dalam tulisan suci tentang orang-orang yang mengampuni sesama. Anda dapat mengkaji ulang contoh tentang Yusuf di Mesir lihat Kejadian 451–7, Nefi dan saudara-saudara lelakinya lihat 1 Nefi 721, Yesus Kristus di kayu salib lihat Lukas 2334, atau yang lainnya. Mengapa sangat penting untuk mengampuni anggota keluarga? Tayangkan salah satu video yang disarankan dalam garis besar ini, dan mintalah para remaja putra untuk membagikan kesan mereka. Apa contoh lain tentang pengampunan yang dapat mereka bagikan? Mintalah para remaja putra untuk menemukan sesuatu dalam tulisan suci yang Juruselamat ajarkan tentang mengampuni orang lain dan membagikan apa yang mereka temukan kepada kelas sebagai contoh, lihat Matius 544; 614–15; 1822–23. Mintalah mereka untuk membagikan pengalaman tentang kedamaian yang datang karena mengampuni orang lain. Tulislah pertanyaan-pertanyaan berikut pada slip kertas terpisah, dan serahkan satu lembar kepada setiap anggota kuorum Mengapa kita perlu mengampuni setiap orang, termasuk diri kita sendiri? Mengapa Tuhan adalah satu-satunya yang dapat memutuskan apakah seseorang hendaknya diampuni atau tidak? Mengapa kegagalan mengampuni adalah dosa yang sedemikian besar? Ajaklah masing-masing remaja putra untuk merenungkan pertanyaannya sewaktu dia membaca Ajaran dan Perjanjian 649–11. Kemudian ajaklah para remaja putra untuk membagikan pemikiran dan wawasan mereka. Mintalah para remaja putra untuk membagikan apa yang mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami pentingnya mengampuni orang lain? Apakah perasaan atau kesan yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki pertanyaan tambahan apa pun? Akankah bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu tentang ajaran ini? Kiat mengajar “Guru yang berceramah hampir seluruh waktu atau menjawab sendiri setiap pertanyaan cenderung mengecilkan hati pembelajar dari berperan serta” Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia [1999], 64. Mengundang untuk bertindak Anggota presidensi kuorum yang memimpin mengakhiri pertemuan. Dia dapat Mendorong para anggota kuorum untuk memikirkan seseorang yang perlu mereka ampuni dan membuat sebuah janji untuk mengampuni orang tersebut. Undanglah anggota kuorum untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari kepada keluarga mereka.
MATIUS 1821-35 APAKAH MENGAMPUNI SAMPAI TUJUH KALI SUDAH CUKUP? PERUMPAMAAN TENTANG BUDAK YANG TIDAK BERBELASKASIHAN Yesus baru saja memberi tahu para rasulnya bahwa jika mereka punya masalah dengan saudara seiman, mereka harus berusaha menyelesaikannya secara pribadi. Tapi, Petrus ingin tahu sampai berapa kali dia harus melakukannya. Petrus bertanya, ”Tuan, kalau saudaraku berdosa kepadaku, berapa kali aku harus mengampuni dia? Sampai tujuh kali?” Beberapa pemimpin agama mengajarkan bahwa seseorang perlu mengampuni sampai tiga kali. Jadi, Petrus mungkin merasa bahwa dia sudah sangat baik kalau dia mengampuni ”sampai tujuh kali”.​—Matius 1821. Tapi, Yesus tidak ingin para pengikutnya menghitung kesalahan orang lain. Jadi Yesus mengoreksi Petrus, ”Aku katakan kepadamu, bukan sampai tujuh kali, tapi sampai 77 kali.” Matius 1822 Maksudnya, pengampunan itu tidak ada batasnya. Yesus kemudian memberikan sebuah perumpamaan untuk mengajarkan pentingnya mengampuni. Ini tentang seorang budak yang tidak meniru raja yang berbelaskasihan. Seorang raja mengadakan perhitungan dengan budak-budaknya. Dia memanggil seorang budak yang berutang sangat besar. Budak itu punya utang sebesar talenta [60 juta dinar]. Dia tidak mungkin sanggup melunasi utangnya. Jadi sang raja menyuruh agar dia, istrinya, dan anak-anaknya dijual untuk membayar utangnya. Budak itu pun sujud dan memohon, ”Sabarlah kepada saya. Saya akan melunasi semuanya.”​—Matius 1826. Sang raja merasa kasihan, dan dia pun menghapus utang budak itu. Ketika budak itu keluar, dia bertemu dengan temannya yang berutang 100 dinar kepadanya. Dia menarik temannya itu dan mencekiknya sambil berkata, ”Bayar utangmu.” Temannya itu sujud dan memohon, ”Sabarlah kepada saya. Saya akan lunasi utang saya.” Matius 1828, 29 Namun, budak yang sudah diampuni utangnya itu tidak meniru sang raja. Dia malah menyuruh agar temannya itu, yang utangnya tidak seberapa, dipenjarakan sampai bisa membayar utangnya. Budak-budak lain melihat tindakan budak jahat itu dan melaporkannya kepada sang raja. Raja itu sangat marah. Dia memanggil budak itu dan berkata, ”Budak yang jahat, saya menghapus semua utangmu saat kamu memohon-mohon kepada saya. Bukankah kamu seharusnya juga mengasihani sesama budak itu, seperti saya mengasihani kamu?” Raja itu lalu menjebloskan budak yang jahat itu ke penjara sampai dia bisa membayar utangnya. Yesus menyimpulkan, ”Bapakku yang di surga juga akan memperlakukan kalian seperti itu kalau kalian masing-masing tidak mengampuni saudara kalian dari hati.”​—Matius 1832-35. Perumpamaan itu mengajarkan pentingnya mengampuni! Allah telah mengampuni dosa kita, yang seperti utang yang sangat besar. Dibandingkan dengan hal itu, kesalahan apa pun yang dilakukan saudara kita terhadap kita tidak ada apa-apanya. Dan Yehuwa mengampuni kita bukan hanya sekali, tapi beribu-ribu kali. Jadi, bukankah kita seharusnya terus mengampuni saudara kita, bahkan jika dia menyakiti kita? Seperti yang Yesus katakan dalam Khotbah di Gunung, Allah akan mengampuni dosa kita jika kita sudah mengampuni orang lain.​—Matius 612.