Kembalilagi kali ini tentang materi kelas 5 pada tema 6 Kalor dan Perpindahannya. Pada pembelajaran subtema 3 akan disinggung kembali tentang materi gambar cerita. Tentunya para orang tua bisa menggunakan ringkasan materi berikut ini untuk mendampingi buah hati anda ketika belajar di rumah. Instagram ini dibuat untuk keperluan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar KBM tetap berlan BRohKKD. Fungsi dan ciri-ciri gambar cerita, materi kelas 5 SD tema 6. - Pada pembahasan materi kelas 5 SD tema 6, kita akan belajar tentang gambar cerita. Nah, di dalam materinya kita akan mengetahui apa saja fungsi dan ciri-ciri dari gambar cerita. Untuk itu, simaklah isi materinya secara saksama seperti berikut ini! Gambar cerita merupakan serangkaian gambar yang mengandung alur cerita yang runtut. Bentuk suatu obyek gambar cerita ini bisa berupa gambar manusia, tumbuhan, dan hewan. Yang mana, obyek bisa sendiri maupun kombinasi. Gambar cerita bisa kamu temui ditemukan dalam beberapa kategori buku, mulai dari buku cerita, majalah, dan buku pelajaran. Selain itu, ada juga poster dan brosur yang disertai gambar cerita agar lebih menarik. Untuk petunjuk cara penggunaannya juga sering dilengkapi dengan gambar cerita untuk membantu penggunanya. Fungsi Gambar Cerita Adapun fungsi dari gambar cerita, yaitu 1. Menarik perhatian. Baca Juga 7 Unsur dalam Sebuah Gambar Cover, Jawaban Materi Kelas 5 Tema 1 Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan PerpindahannyaDokumen Guru. Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan Perpindahannya. Buku tematik terpadu ini menjabarkan proses pembelajaran yang akan membantu siswa mencapai setiap kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran aktif, kreatif, menantang, dan bermakna serta mendorong mereka untuk berpikir kritis berlandaskan kepada nilai-nilai guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat mengembangkan dan memperkaya pengalaman belajar siswa dengan daya kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang relevan dan disesuaikan dengan potensi siswa di sekolah ini adalah merupakan penyempurnaan dari edisi terdahulu. Buku ini bersifat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dimasa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan sumbang saran, kritikan, dan masukan yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi Mata Pelajaran PPKn A. Konvensi Hak-Hak Anak 1. Konvensi Hak Anak merupakan sebuah dokumen yang dibuat oleh PBB yang secara resmi memberikan hak-hak kepada anak-anak sedunia. 2. PBB mensahkan Konvensi Hak-hak Anak Convention On The Rights of The Child pada tanggal 20 November 1989. 3. Konvensi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap anak dan menegakkan hak-hak anak di seluruh dunia. 4. Apa saja hak-hak anak menurut Konvensi Hak-Hak Anak? Menurut konvensi ini hak anak dikelompokkan dalam 4 golongan, yaitu Hak Kelangsungan Hidup Hak Perlindungan, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan, dan keterlantaran. Hak Tumbuh Kembang, hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral, dan sosial. Hak Berpartisipasi, hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang memengaruhi anak. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 32]. B. Hak Hak-Hak Seorang Siswa 1. Menurut Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 1990, yang dimaksud dengan hak-hak siswa adalah hak untuk mendapat perlakuan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya; mendapat bantuan fasilitas belajar, beasiswa, atau bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku; memperoleh penilaian hasil belajarnya; [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 35]. C. Hak, Kewajiban, Tanggung Jawab Warga Negara dan Siswa D. Kewajiban Warga Negara Indonesia 1. Setiap warga negara di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang tidak terpisahkan. Ada hak, maka di sana juga ada kewajiban. 2. Beberapa contoh hak warga negara Indonesia sesuai dengan UUD 1945, antara lain Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan pasal 27 ayat 1. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai Pasal 29 ayat 2. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran Pasal 31 ayat 1 3. Beberapa contoh kewajiban warga negara Indonesia sesuai dengan UUD 1945, antara lain Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya Pasal 27 ayat 1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh pasal 30 ayat 1. Setiap warga negara wajib untuk mengikuti pendidikan dasar yang sepenuhnya dibiayai oleh Negara. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 100].[Unduh] Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Muatan Mata Pelajaran PPKn Muatan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia A. Kata Kunci dalam Paragraf 1. Kata kunci adalah kata yang sangat dipentingkan dalam sebuah kalimat atau paragraf. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 4]. 2. Kata kunci dalam sebuah kalimat atau paragraf dapat diketahui dengan cara membaca terlebih dahulu sehingga dapat mamahami kata-kata yang penting dalam kalimat atau paragraf tersebut. 3. Kata kunci dapat digunakan untuk mengetahui kalimat utama suatu paragraf. 4. Kata kunci dapat berupa kata atau frasa gabungan kata yang memiliki makna 5. Hal penting dalam bacaan [Contoh baca Tema 6 hal. 107 & 127]. B. Ide Pokok[Contoh soal baca Tema 6 hal. 92 dan 96]. C. Memahami Gambar Cerita 1. Gambar cerita merupakan gambar yang menceritakan sebuah peristiwa yang menunjukkan kegiatan orang atau binatang dalam suatu peristiwa. 2. Memahami Gambar Cerita[Unduh] Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Muatan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Muatan Mata Pelajaran IPA A. Sumber Energi Panas Sumber energi panas merupakan benda yang dapat menghasilkan energi panas [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 2]. B. Perbedaan Suhu dan Panas 1. Indra peraba, seperti telapak tangan tidak dapat menentukan secara tepat derajat panas dan dingin suatu benda. 2. Panas kalor dan suhu adalah dua hal yang berbeda. 3. Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 11]. C. Perubahan Akibat Perubahan Suhu 1. Pemuaian panas adalah perubahan suatu benda yang dapat menjadi bertambah panjang, lebar, luas, atau berubah volumenya karena terkena kalor atau panas. 2. Penyusutan adalah perubahan suatu benda yang menjadi berkurangnya panjang, lebar, dan luas karena terkena suhu dingin. 3. Pemuaian dan penyusutan bisa terjadi pada logam, udara, dan air. Berikut ini adalah beberapa contoh pemuaian dan penyusutan benda karena perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari. Pemasangan Kaca Jendela Ban Sepeda/Motor dan Mobil Kawat/kabel Listrik dan Telepon Pemuaian yang Terjadi pada Gelas Kaca Pemuaian pada Sambungan Rel Kereta Api Penggunaan Termometer [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 51]. D. Perpindahan Panas atau Kalor 1. Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 69]. 2. Panas dapat berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. 3. Konduksi adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan di atas kompor yang berapi. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 73]. 4. Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 80]. 5. Radiasi adalah cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat perantara. Contoh; Sinar matahari sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di bumi. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 118]. E. Bahan Konduktor dan Isolator 1. Konduktor merupakan benda/bahan yang dapat menghantarkan panas dengan baik. contoh semua jenis logam seperti besi, tembaga, dll 2. Isolator merupakan benda/bahan yang tidakdapat menghantarkan panas dengan baik. Contoh kayu, kertas, kaca,dll 3. Semikonduktor merupakan benda/bahan yang sedikit dapat menghantarkan panas. 4. Contoh bahan konduktor dan isolator. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 178]. Penggunaan bahan konduktor dan isolator, dapat diterapkan secara bersamaan pada sebuah alat. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 137 dan 146].[Unduh] Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Muatan Mata Pelajaran IPA Muatan Mata Pelajaran IPS A. Interaksi Sosial dan Lingkungan Alam Hubungan antara manusia dan lingkungan alam dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama hubungan yang membuat manusia harus dapat menyesuaikan diri dengan alam. Kedua adalah hubungan yang membuat manusia dapat memanfaatkan alam sekitarnya. Contoh [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 24]. B. Pengaruh Negatif Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alamnya 1. Manusia tidak dapat hidup tanpa mengandalkan lingkungan alamnya. 2. Manusia memelihara alam sedemikian rupa, agar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya. 3. Interaksi manusia dengan lingkungan yang kurang baik, juga dapat menyebabkan beberapa bencana yang merugikan manusia dan lingkungannya. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 39]. C. Kegiatan Pelelangan Ikan Kegiatan pelelangan ikan merupakan sebuah kegiatan pertemuan antara para nelayan penangkap ikan sebagai penjual ikan dengan para pembeli, yang biasanya adalah para pedagang ikan. [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 109]. Peran Nelayan - Menangkap ikan di laut dan menjual ikan ke juru lelang Pembeli - Membeli ikan dari juru lelang Juru lelang - Menawarkan harga ikan kepada pedagang besar atau pembeli Pemerintah - Membangun tempat pelelangan ikan Pedagang besar - Menjual kembali hasil ikan ke tempat lain Sopir - Mengangkut hasil lelang ikan D. Permasalahan Sosial di Sekitar Kita Salah satu akibatnya adalah terjadinya masalah sosial. Berikut ini adalah jenis-jenis permasalahan social yang terjadi di lingkungan masyarakat Sampah Kali atau sungai yang kotor Bangunan liar Kemacetan lalu lintas Kemacetan lalu lintas sering dan masih banyak contoh lainnya . [Selengkapnya baca Tema 6 hal. 168].[Unduh] Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Muatan Mata Pelajaran IPS[Unduh] Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan Perpindahannya LengkapMedia Pembelajaran Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan Perpindahannya[Buku Siswa] Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan Perpindahannya[Buku Guru] Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan PerpindahannyaSumber Buku Kurikulum 2013 Kelas V SD Tema 6 Panas dan PerpindahannyaDemikian Rangkuman Materi Kelas 5 SD Tema 6 Panas dan PerpindahannyaSemoga memberi manfaat Sobat pada artikel ini kita akan membahas tentang rangkuman materi SBDP kelas 5 tema 6. Beberapa hal yang akan kita bahas diantaranya tangga nada, pola pantai, gambar cerita. Untuk lebih lengkapnya silakan membaca artikel ini hingga Nada Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berurutan. Misalnya do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Ada banyak jenis tangga nada, di antaranya adalah tangga nada diatonis dan pentatonis. Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak nada, yaitu satu dan setengah. Beberapa alat musik seperti piano dan organ memiliki sistem tangga nada diatonis. Pada sistem tangga nada diatonis, dalam satu rangkaian nada terdapat 7 nada pokok. Nada kedelapan merupakan pengulangan nada pertama. Tangga nada pentatonis, merupakan jenis tangga nada yang hanya memakai lima nada pokok. Ragam tangga nada pentatonis dibedakan oleh jarak antarnada serta pilihan nada yang didengar. Berdasarkan nadanya, ada tangga nada pentatonis yang menggunakan tangga nada jenis pelog dan tangga nada jenis slendro. Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada jenis pelog dan slendro adalah gamelan Jawa. Selain gamelan Jawa, ada juga gamelan Sunda, Bali, Madura, dan Batak. Tangga nada pelog biasanya menggunakan susunan nada yang berbunyi seperti nada-nada do – mi – fa- sol – si. Salah satu lagu daerah yang menggunakan tangga nada ini adalah lagu Gundhul Pacul dari Jawa Tengah. Sedangkan tangga nada slendro biasanya menggunakan susunan yang berbunyi seperti nada-nada do – re – mi – sol – la. Lagu yang menggunakan tangga nada ini memberi kesan gembira dan lincah. Salah satu contoh lagu dengan tangga nada slendro ini adalah lagu Cublak-Cublak Suweng dari daerah Jawa musik gamelan dibuat dari campuran tembaga dan timah dengan ukuran tertentu. Ukuran dan perbandingan antara kedua logam tersebut dapat menghasilkan suara yang berbeda. Campuran logam itu harus dipanaskan dengan suhu tinggi agar mencair dan mudah dibentuk. Proses ini disebut dengan peleburan. Paduan suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik tersebut terdengar harmonis untuk mengiringi lagu-lagu yang dimainkan pada laras slendro atau pelog. Perhatikanlah lagu daerah di bawah ini dengan saksama. Mintalah Guru untuk memperdengarkan lagu ini di kelas. Lalu tentukanlah tangga nada yang digunakan!Pola Lantai dalam Seni Tari Pernahkah kamu memperhatikan sebuah pertunjukan tari? Atau mungkin kamu pernah ikut latihan menari di sanggar atau di sekolah? Pada beberapa tarian, terutama tari kelompok, para penari membentuk posisi tertentu dalam tarian. Ada sebuah tari yang jika diamati, posisi penari membuat bentuk atau formasi tertentu. Bentuk atau formasi tertentu yang dibuat penari dalam sebuah tari dinamakan pola lantai. Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari. Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal. Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima perhatikan gambar A.Selain garis lurus, terdapat juga pola garis lengkung. Pola ini pun dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai. Pola lantai itu antara lain berupa lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang lihat gambar B.Berikut adalah dua jenis tari daerah yang memiliki pola lantai yang berbeda. Tari pertama adalah Tari Jaran Kepang yang berasal dari Yogyakarta. Tari Jaran Kepang mempunyai pola lantai gabungan antara pola lantai lurus dan lengkung yang sederhana. Pola lantai yang digunakan pada tari ini antara lain pola melingkar, garis lurus ke depan, dan garis horizontal. Pola lantai pada Tari Jaran Kepang tidak memiliki makna tertentu. Pola lantai dibuat untuk formasi dengan Tari Bedhaya Semang yang juga berasal dari Yogyakarta. Tari klasik ini mempunyai pola lantai yang sudah tertentu dan mempunyai makna tertentu. Pola lantai yang digunakan pada tari ini pun memiliki nama tertentu, seperti gawang jejer wayang, gawang tiga-tiga, gawang perang, dan gawang kalajengking. Mengenal Tari Pendet dari BaliTari Pendet merupakan salah satu tari tradisonal Bali yang sangat populer. Lahirnya tari Pendet berawal dari ritual sakral Odalan di Pura yang disebut dengan mamendet atau mendet. Mendet dimulai setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra dan setelah pementasan Topeng Sidakarya. Tari ini dipentaskan secara berpasangan atau secara masal dengan membawa perlengkapan, berupa bokor, sesajen, dan disepakati lahir pada tahun 1950. Tari Pendet ini masih tetap mengandung kesan sakral dan religius meskipun dipentaskan di sebuah acara yang tidak berhubungan dengan kegiatan keagamaan. Pada tahun 1961, I Wayan Beratha memodifikasi tari Pendet hingga menjadi tari Pendet yang sering kita saksikan sekarang. Beliau juga menambah penari Pendet menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menyajikan tarian Pendet massal yang ditarikan oleh 800 orang penari untuk ditampilkan di Jakarta dalam acara pembukaan Asian Games. Kemudian pada tahun 1967, koreografer tari Pendet Modern, I Wayan Rindi, mengajarkan dan meneruskan tarian Pendet kepada generasi muda. Selain Pendet, beliau juga mengajarkan dan melestarikan tari Bali lainnya kepada keluarganya maupun lingkungan di luar Pendet menceritakan tentang dewi-dewi kahyangan yang turun ke bumi. Biasanya tari Pendet ini dibawakan secara berkelompok atau berpasangan oleh remaja putri. Para penari Pendet berbusana layaknya penari upacara keagamaan. Setiap penari akan membawa sesaji berupa bokor yang di dalamnya terdapat bunga warna-warni. Pada akhir tarian, bunga ini akan ditaburkan ke tamu undangan sebagai sebuah simbol Pendet menggunakan pola lantai yang sangat sederhana dibandingkan pola lantai tarian bali lainnya. Tari Pendet hanya menggunakan pola lantai berbentuk huruf V, pola lantai lurus, dan pola menghadap ke samping kanan dan kiri. Seperti halnya tarian tradisional kebanyakan, pola lantai pada tari Pendet tidak memiliki makna khusus. Tidak seperti tari Bedhaya dari Yogyakarta yang memiliki makna di setiap pola lantai MengamatiMenggambar dengan menggunakan keterangan yang dibaca, merupakan salah satu kegiatan menggambar cerita. Apakah gambar cerita itu? Gambar cerita adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa. Fungsi gambar cerita antara lain untuk memperjelas alur atau isi cerita, memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang, menarik perhatian, menambah nilai artistik/ keindahan, sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya. Gambar cerita sering juga ditemukan dalam buku cerita, majalah, dan buku pelajaran. Poster dan brosur juga sering disertai gambar cerita agar menarik. Petunjuk cara penggunaan barang pun sering dilengkapi dengan gambar cerita untuk membantu pengguna menggunakannya. Gambar CeritaGambar cerita adalah gambar yang menunjukkan kegiatan orangorang atau binatang-binatang dalam suatu peristiwa. Gambar cerita dapat ditemui pada buku-buku cerita, terutama untuk anak-anak, untuk menceritakan sebuah peristiwa, baik peristiwa yang benar-benar terjadi atau cerita imajinasi. Bagaimana gambar cerita dibuat?Menggambar cerita dapat dilakukan dengan teknik kering dan teknik basah. Alat dan bahan untuk menggambar cerita dengan teknik kering, menggunakan beberapa alat misalnya, pensil, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air. Pada teknik basah, media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak atau tinta Cina, cat poster yang menggunakan air sebagai Kering Menggambar cerita dengan teknik kering, tidak perlu menggunakan pengencer seperti air. Cerita dibuat langsung pada kertas gambar. Mula-mula dibuat sketsa atau rancangan gambar yang menggambarkan sebuah cerita. Setelah itu, diberikan garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan. Beberapa contoh media kering yang biasa digunakan antara lainPensil Pensil yang digunakan dalam menggambar cerita, biasanya adalah pensil ukuran 2B sampai Krayon memiliki beragam variasi warna. Krayon merupakan campuran antara lilin dan bahan pewarna yang aman untuk anak-anak. Krayon digunakan untuk menggambar cerita yang memerlukan variasi warna. Pulpen atau Spidol Pulpen atau spidol juga digunakan untuk menggambar cerita dengan karakter yang tegas pada garis-garis. Perhatikan salah satu gambar cerita berikut ini. Teknik Basah Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain, cat air, tinta, atau media lain yang memerlukan air sebagai pengencer. Cerita dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas. Setelah itu, baru diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan. Teknik basah memerlukan beberapa alat dan bahan seperti cat air, cat poster, tinta bak atau tinta Cina, berbagai jenis kuas, dan palet cat Gambar CeritaGambar cerita, merupakan gambar yang menceritakan sebuah peristiwa yang menunjukkan kegiatan orang atau binatang dalam suatu peristiwa. Gambar yang disajikan dapat berupa cerita yang digambar pada media kering maupun basah. Penggunaan media yang berbeda, akan memerlukan teknik menggambar yang bebeda gambar dengan menggunakan media kering, biasanya digunakan teknik arsir. Teknik arsir dibuat dengan menorehkan pensil, spidol atau alat lain berupa garis-garis berulang yang menimbulkan kesan gelap terang, dan kesan adanya dimensi. Selain teknik arsir, ada juga teknik blok. Teknik blok adalah teknik menutup gambar dengan menggunakan satu warna sehingga menimbulkan kesan siluet atau blok. Sedangkan cara penggunaan media basah, biasanya memerlukan kuas untuk mengaplikasikan cat baik cat air maupun cat poster. Teknik sapuan basah menggunakan bahan dengan campuran air di atas memahami sebuah gambar cerita, terdapat beberapa unsur yang dapat dipelajari. Sebuah gambar cerita harus memiliki gagasan atau tema yang jelas sesuai dengan cerita. Sebuah cerita yang bertema pasar seharusnya didukung dengan suasana pasar yang merupakan latar belakang cerita tersebut. Biasanya dengan mudah akan tertangkap dari tema cerita tersebut. Gambar ilustrasi yag ditampilkan dapat berupa penggalan cerita yang paling menonjol. Dari gambar cerita juga dapat dibayangkan karakter tokoh dalam cerita tersebut. Perhatikanlah gambar cerita di bawah ini. Gambar tersebut merupakan penggalan cerita dari Kisah Malin Kundang, cerita rakyat dari Sumatera Barat. Dapatkah kamu menceritakan kisah berdasarkan gambar tersebut?